Ucapan

Senin, 25 Juli 2011

Lampiran
Surat Keputusan Pengurus Daerah Kalimantan Selatan
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia
Nomor : 701/PAFI/PDKS/2011
Pada Tanggal : 24 Juli 2011

SUSUNAN PENGURUS CABANG BANJARBARU
PERSATUAN AHLI FARMASI INDONESIA PERIODE 2011 - 2016

Pembina : Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru
Penasehat : Pengurus Daerah Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Kalimantan Selatan

Pengurus Cabang :

Ketua : H.M. Irhami, S.Kom
Wakil Ketua : Hj. Susilawati
Sekretaris I : Sri Wahyuningsih, SKM
Sekretaris II : Fitriyanti
Bendahara : Hj. Nunung Apriani

Seksi - seksi :

1. Seksi Humas
  • Nindya Pratiwi
  • Sari Mahrita
  • Meitika Ramadhini
2. Seksi Pendidikan dan Angka Kredit
  • Hj. Ira Rabiatul Adawiyah
  • Hj. Sarpiah
  • Risna Iriani
3. Seksi Olahraga dan Kesenian
  • Khairul Fazri
  • Mustafa Rahmatillah
  • Agung Putradilla
4. Seksi Dana
  • Hj. Sri Neng Ratna
  • Fatimauzzahra
  • Heppy Dia Novia

Ditetapkan di ; Banjarmasin
Pada Tanggal : 24 Juli 2011

PENGURUS DAERAH
PERSATUAN AHLI FARMASI INDONESIA KALIMANTAN SELATAN

Ketua,

Drs. Ir. H. Sanusi
NIA : 01/PAFI-PDKS

Sekretaris,

Drs. Yasin, SE, MM
NIA : 99/PAFI-PDKS

Kamis, 21 Juli 2011

Undangan Pelantikan dan Silaturahmi PAFI Kota Banjarbaru


Banjarbaru, Juli 2011

Nomor : 001/PAFI-BJB/VII/2011
Perihal : Undangan Pelantikan dan Silaturhami
Pengurus dan Anggota PAFI
Cabang Kota Banjarbaru

Kepada Yth,
Teman Sejawat Asisten Apoteker
Kota Banjarbaru.

Dalam Rangka melaksanakan kegiatan Pelantikan Pengurus dan Silaturahmi
Anggota PAFI Cabang Kota Banjarbaru, maka kami mengundang Bapak/Ibu/
Saudara(i) agar dapat berhadir pada :

Hari : Senin
Tanggal : 25 Juli 2011
Waktu : Pukul 10.00 Wita
Tempat : Aula Trisakti Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru
Jl. Jendral Sudirman No.3 Banjarbaru

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara(i)
kami ucapkan terimakasih.

Tertanda,
PAFI Cabang Kota Banjarbaru



Jumat, 15 Juli 2011

Khasiat Daun Sirih Untuk Mimisan, Luka Bakar, dan Penghilang Bau Badan

Khasiat Daun Sirih Untuk Mimisan, Luka Bakar, dan Penghilang Bau Badan

Familia: piperaceae

Nama Lokal:
Sedah, suruh (Jawa), seureuh (Sunda), betle vine (Inggris), ju jiang (Cina).

Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis:
Mengandung 1-4,2% minyak asiri; hidroksikavicol; 7,2-16,7% kavicol; 2,7-6,2% kavibetol; 0-9,6% allypyrokatekol; 2,2-5,6 karvakol; 26,8-42,5% eugenol; eugenol metil eter; 4,2 -15,8% eugenol metil eter; 1,2-2,5% p-cymene; 2,4-4,8% cyneole; 3-9,8% caryophyllene; dan 2,4-15,8% cadinene. Mengandung estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula, dan pati. Memiliki sifat hangat dan pedas. Bermanfaat sebagai peluruh kentut, menghentikan batuk, mengurangi peradangan dan menghilangkan gatal. Efek zat aktif arecoline (seluruh tanaman) merangsang saraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, anti kejang, dan meredakan dengkur. Sementara eugenol (daun) untuk mencegah enjakulasi dini, mematikan cendawan penyebab keputihan, anti kejang, analgesik, anestetik, dan penekan pengendali gerak. Tanin (daun) berfungsi sebagai astrigen (mengurangi sekresi cairan pada vagina), pelindung hati, antidiare, dan antimutagenik.

Penyakit yang dapat diobati:
Batuk, bisul, menghilangkan bau badan dan keringat berlebihan, luka bakar, mimisan, mata gatal dan mata merah.

Pemanfaatan:
1. Batuk

Bahan: 17 lembar daun sirih
Cara membuat: bahan dicuci bersih, direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 1/4 gelas. Dinginkan lalu saring.
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas bersama 1 sendok makan madu

2. Bisul
Bahan: daun sirih secukupnya
Cara membuat: bahan dicuci bersih, ditumbuk halus.
Cara menggunakan: dibalurkan pada bisul dan sekelilingnya,lalu balut dengan kain bersih. Ganti ramuan 2 kali sehari.

3. Menghilangkan bau badan dan keringat berlebihan
Bahan: 17 lembar daun sirih segar
Cara membuat: bahan dicuci bersih, direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Tambahkan 1 sendok teh garam. Dinginkan lalu saring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore bersama 1 sendok makan madu.

4. Luka bakar
Bahan: daun sirih secukupnya
Cara membuat: bahan dicuci bersih, ditumbuk halus. Peras hasil tumbukan hingga diperoleh airnya. Tambahkan sedikit madu pada air perasan.
Cara menggunakan: oleskan pada tempat luka bakar

5. Mimisan
Bahan: daun sirih yang agak muda
Cara membuat: bahan dicuci bersih, diremas-remas lalu gulung daun.
Cara menggunakan: gunakan untuk menyumbat hidung berdarah

6. Mata gatal dan mata merah.
Bahan: 7 lembar daun sirih muda segar
Cara membuat: bahan dicuci bersih, rebus bahan dengan 1 gelas air hingga mendidih. Dinginkan, lalu saring.
Cara menggunakan: digunakan untuk cuci mata dengan memakai gelas cuci mata. Lakukan 3 kali sehari sampai sembuh.

Sumber: Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 3 (Drs. H.Arief Hariana)

Rabu, 29 Juni 2011

Pengumuman Hasil SNMPTN 2011

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI SNMPTN TAHUN 2011 JALUR UJIAN TERTULIS
dapat dilihat di : https://ujian.snmptn.ac.id/login.php
Caranya :
1. Masukan Nomor
2. Masukan Tanggal, Bulan dan Tahun Kelahiran
3. Isi Verifikasi
4. Cari
Selamat mencoba ..

Kamis, 23 Juni 2011

DESKRIPSI STANDAR KOMPETENSI ASISTEN APOTEKER/TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN

DESKRIPSI STANDAR KOMPETENSI

ASISTEN APOTEKER/TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN

Deskripsi ini akan dikelompokkan berdasarkan kualifikasi pendidikan sesuai standar profesi Asisten Apoteker tahun 2008

A. bidang apotek / apotek rumah sakit
1. P elayanan Resep, meliputi ;
· M engidentifikasi isi resep
· Melakukan konsultasi
· Memastikan resep dapat dilayani
· Menghitung harga resep
· Menginformasikan harga resep
· Menyiapkan atau meracik sediaan Farmasi
· Memeriksa hasil akhir
· Menyerahkan sediaan Farmasi sesuai resep disertai informasi yang diperlukan.

2. Pelayanan Non Resep, meliputi ;

· M enerima permintaan pelayanan obat bebas, obat bebas terbatas dan komoditi

lain

· Menganalisis permintaan

· Memberikan alternative macam – macam obat bebas, obat bebas terbatas dan

komoditi lain.
· Menyerahkan obat bebas, bebas terbatas dan komoditi lain
· Memberikan informasi obat bebas, bebas terbatas dan komoditi lain.

1. Pengelolaan sediaan Farmasi
· M enyusun pesanan dan menerima sediaan Farmasi
· Memeriksa sediaan Farmasi yang habis
· Memeriksa dan mengendalikan sediaan Farmasi yang mendekati waktu

kadaluarsa


· Memeriksa dan mengendalikan sediaan Farmasi sesuai dengan pola pembelian

konsinyasi


· Menyimpan sediaan Farmasi sesuai dengan golongannya.

1. Pengelolaan Dokumen

  1. · Melaksanakan tata cara menyimpan resep
  2. · Pencatatan persediaan Farmasi
  3. · Penyimpanan surat pesanan
  4. · Ikut serta dalam pencatatan dan penyimpanan laporan narkotik dan psikotropik, obat generic berlogo (OGB)


B. bidang toko obat
1. P elayanan ;

1) Menerima permintaan pelayanan obat bebas, obat bebas terbatas dan komoditi

lain.
2) Menganalisis permintaan
3) Memberikan alternative macam – macam obat bebas, bebas terbatas dan

komoditi lain
4) Memberikan pilihan harga obat bebas, obat bebas terbatas dan komoditi lain.
5) Menyerahkan obat bebas, obat bebas terbatas dan komoditi lain
6) Memberikan informasi obat bebas, obat bebas terbatas dan komoditi lain.

1. P engelolaan sediaan Farmasi :
1) Merencanakan kebutuhan sediaan Farmasi
2) Memesan sediaan Farmasi
3) Menerima sediaan Farmasi
4) Menyimpan sediaan Farmasi
5) Pengendalian sediaan Farmasi

1. Pengelolaan Dokumen Bidang Toko Obat
1) Melaksanakan tata cara penyampaian faktur
2) Pencatatan persediaan Farmasi
3) Penyimpanan surat pesanan

C. Bidang pedagang besar farmasi
1. Pengelolaan sediaan Farmasi
M emesan dan menerima sedang Farmasi
Memeriksa sediaan Farmasi yang habis
Memeriksa dan mengendalikan sediaan Farmasi yang
mendekati waktu kadaluarsa
Menyimpan sediaan Farmasi sesuai dengan golongannya.
Menghitung harga sediaan Farmasi
Menerima pesanan sediaan Farmasi dari institusi farmasi

2. Pengelolaan Dokumen

Melaksanakan tata cara menyimpan resep
Pencatatan persediaan Farmasi
Penyimpanan surat pesanan
Ikut serta dalam pencatatan dan penyimpanan laporan

3. Marketing

· Pencatatan dan pendataan konsumen
· Menerima pemesanan sediaan Farmasi
· Memberikan informasi harga produk / harga
· Melakukan pengiriman pesanan sediaan Farmasi
· Melakukan penyelesaian faktur

D. Bidang puskesmas
1. P elayanan Resep, meliputi ;
· M engidentifikasi isi resep
· Melakukan konsultasi/konseling
· Memastikan resep dapat dilayani
· Menyiapkan atau meracik sediaan Farmasi
· Memeriksa hasil akhir
· Menyerahkan sediaan Farmasi sesuai resep disertai informasi yang diperlukan.

2. Pengelolaan sediaan Farmasi
· M enyusun pesanan dan menerima sediaan Farmasi dan alat kesehatan
· Memeriksa sediaan Farmasi dan alat kesehatan yang habis
· Memeriksa dan mengendalikan sediaan Farmasi dan alat kesehatan yang mendekati
waktu kadaluarsa
· Menyimpan sediaan Farmasi sesuai dengan golongannya.

3. Pengelolaan Dokumen
· Melaksanakan tata cara menyimpan resep
· Pencatatan persediaan, permintaan, penerimaan dan pemakaian Farmasi
· Penyimpanan surat permintaan dan LPLPO
· Ikut serta dalam pencatatan dan penyimpanan laporan narkotik dan psikotropik, obat
generic berlogo (OGB)
E. Bid ang Industri
1. pemeriksaan mutu
· Mempersiapkan reagen sesuai kebutuhan
· Melakukan pemeriksaan dan pengujian bahan baku
· Melakukan pemeriksaan dan pengujian produk jadi
· Membuat kesimpulan pemeriksaan dan pengujian bahan baku produk jadi
· Melakukan evaluasi dan monitoring menindaklanjuti produk jadi

2. bagian produksi industri
· Membaca formula dengan baik dan benar
· Menghitung kebutuhan baku obat
· Membuat sediaan sesuia formula
· Mengerti spesifikasi alat / mesin
· Mengerti spesifikasi produk dalam proses dan ruahan
· Mengkoordinasi pemakaian sumber daya manusia, mesin dan bahan
· Membuat laporan dibidang produksi

3. Pengembangan produk
- Ikut serta dalam perencanaan produk baru
· Ikut serta melakukan percobaan sesuai literature
· Ikut serta dalam pembuatan laporan

4. bagian pengemasan
· Menyiapkan kemasan sesuai produk jadi
· Menyiapkan produk dan kelengkapan produk jadi
· Menyortir produk jadi dengan kemasan yang tidak sesuai
· Mengkoordinasi sumber daya manusia, mesin dan material

5. bagian gudang
· Melakukan administrasi bahan masuk dan keluar
· Melakukan admnistrasi produk jadi masuk dan keluar
· Menyediakan bahan baku dan produk jadi sesuai sesuai dengan jumlah dan waktu
yang dibutuhkan.

F. Bidang Instalasi Perbekalan Farmasi

· Ikut serta dalam perencanaan pengadaan bahan Farmasi
· Memeriksa bahan sediaan Farmasi yang habis
· Memeriksa dan mengendalikan sediaan Farmasi yang mendekati waktu kadaluarsa
· Menyimpan sediaan Farmasi sesuai dengan golongannya
· Menerima pesanan sediaan Farmasi dari sarana pelayanan kesehatan
- Melaksanakan tata cara menyimpan dokumen penerimaan

Pengertian Kompetensi

Pengertian Kompetensi

PENGERTIAN :

KOMPETENSI adalah :

Spesifikasi dari pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam suatu pekerjaan atau perusahaan atau lintas industri, sesuai dengan standar kinerja yang disyaratkan.

PENDIDIKAN & PELATIHAN BERDASARKAN KOMPETENSI (CBT)

Spesifikasi dari pengetahuan dan keterampilan serta

penerapan dari pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam

suatu pekerjaan atau perusahaan atau lintas industri, sesuai

dengan standar kinerja yang disyaratkan.

STANDAR KOMPETENSI

Pernyataan mengenai pelaksanaan tugas/ pekerjaan di

tempat kerja yg digambarkan dlm bentuk hasil luaran :

Apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh pekerja Tingkat kesempurnaan pelaksanaan kerja yang diharapkan dari pekerja.

Bagaimana menilai bahwa kemampuan pekerja telah berada

pada tingkat yang diharapkan

STANDAR KOMPETENSI MELIPUTI FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG :

Pengetahuan dan ketrampilan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal ditempat kerja. Kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda.

Standar kompetensi tidak berarti bila hanya terdiri dari kemampuan menyelesaikan tugas / pekerjaan saja , tetapi dilandasi pula dengan bagaimana dan mengapa tugas itu dikerjakan.

Dengan kata lain standar kompetensi meliputi faktor-faktor yang mendukung, seperti pengetahuan dan keterampilan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi lingkungan yang berbeda.

Dengan demikian, standar kompetensi :

Merupakan rumusan tentang kemampuan yang dimiliki seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan/tugas yang didasari atas pengetahuan, ketrampilan, yang didukung sikap kerja dan

penerapannya sesuai unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Dengan dikuasainya Kompetensi oleh seseorang, maka orang tersebut mampu :

Mengerjakan suatu tugas/pekerjaan.

Mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat

dilaksanakan.

Menyelesaikan masalah yang ada dan apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu keadaan yang berbeda dengan rencana semula.

Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda.

CARA MENGEMBANGKAN STANDAR KOMPETENSI

Pendekatan "benchmark, adopt dan adapt"

Pendekatan "field research"

Pendekatan kombinasi

Manfaat Standar Kompetensi (1)

UNTUK TINGKAT NASIONAL :

Lebih efisien dalam biaya, dan membuat pendidikan dan pelatihan keterampilan lebih relevan

Pembentukan keterampilan yang lebih baik untuk dapat bersaing di tingkat internasional

Penilaian yang lebih konsisten

Kemungkinan diakuinya pelajaran-pelajaran yang telah

diterima sebelumnya

Manfaat Standar Kompetensi (2)

UNTUK TINGKAT INDUSTRI / PERUSAHAAN

Pengidentifikasian yang lebih baik tentang keterampilan

yang dibutuhkan

Membantu penilaian unjuk kerja

Pemahaman yang lebih baik tentang hasil pelatihan

Berkurangnya pengulangan usaha pengadaan pelatihan

Peningkatan kemampuan dalam perekrutan tenaga baru

Penilaian hasil pelatihan yang lebih konsisten dan dapat

diandalkan

Pengidentifikasian kompetensi di tempat kerja yang lebih

akurat

Dipakai untuk membuat uraian jabatan

Manfaat Standar Kompetensi (3)

UNTUK INSTITUSI PENDIDIKAN & PELATIHAN

Memberikan informasi untuk pengembangan program dan

kurikulum

Sebagai bahan acuan dalam menyelenggarakan pelatihan,

penilaian dan sertifikasi

Manfaat Standar Kompetensi (4)

BAGI INSTITUSI PENYELENGGARA PENGUJIAN & SERTIFIKASI

Sebagai acuan dalam merumuskan paket- paket program sertifikasi sesuai dengan kualifikasi dan jenjangnya

Sebagai bahan acuan dalam penyelenggaraan pelatihan,

penilaian & sertifikasi

Adapun Lembaga saat ini yang mempunyai tanggung jawab pengembangan standar kompetensi, pengujian kompetensi tenaga kerja untuk sertivikasi dan verifikasi institusi pelaksana uji kompetensi, antara lain adalah Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP)

PROFESI ASISTEN APOTEKER

PROFESI ASISTEN APOTEKER


A. Latar belakang

permasalahan pekerjaan kefarmasian sekarang ini semakin kompleks dikarenakan pengguna jasa pelaksana pekerjaan kefarmasian semakin cerdas dan kritis, hal ini menyebabkan tuntutan profesionalisme didalam melaksanakan pekerjaan kefarmasian harus dimiliki oleh seorang Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian, dalam menjalankan profesionalisme seorang Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian dituntut untuk bekerja harus mematuhi standar profesi yang berlaku, dan kode etik profesi. Apabila hal ini tidak dipatuhi maka akan terjadi apa yang disebut malpraktek atau bekerja secara buruk yang dilakukan oleh tenaga Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian yang sudah barang tentu hal ini akan menimbulkan kerugian dimasyarakat juga dapat merugikan tenaga Asisten Apoteker /Tenaga Teknis Kefarmasian itu sendiri. Untuk mengantisipasi terpenuhinya Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian bekerja secara professional dan mengantisipasi permasalahan malpraktek yang akan terjadi, maka Persatuan Ahli Farmasi Indonesia menyusun standar profesi dan kode etik profesi yang berlaku bagi anggota Persatuan Ahli Farmasi Indonesia, selain itu juga memberikan kontribusi dalam upaya pelayanan kesehatan di bidang kefarmasian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sejalan dengan perkembangan globalisasi yang ditandai dengan masuknya perdagangan bebas tingkat Asean tahun 2003 / AFTA dan tingkat dunia tahun 2010 (WTO) yang memungkinkan masuknya tenaga asing dengan bebas ke Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut sangat dibutuhkan tenaga Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian yang profesional yaitu yang mempunyai kompetensi lulusan setara dengan standar profesional farmasi di tingkat Internasional. Disamping itu dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan farmasi di masyarakat baik secara individu maupun kelompok bersama – sama Apoteker diperlukan seorang Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian yang kompeten.

Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian yang ada di Indonesia saat ini berlatar belakang dari lulusan pendidikan Sekolah Asisten Apoteker / Sekolah Menengah Farmasi, Politeknik Kesehatan Jurusan Farmasi, Akademi Farmasi, Politeknik Kesehatan Jurusan Analisa Farmasi dan Makanan (Anafarma) serta Akademi Analisa Farmasi dan Makanan (AKAFARMA).

Perbedaan jenjang pendidikan tersebut akan menghasilkan Asisten Apoteker dengan keterampilan dan kompetensi yang berbeda pula, oleh karena itu standar profesi Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian yang disusun ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian tenaga profesi Asisten Apoteker /Tenaga Teknis Kefarmasian.

B. TUJUAN

  1. Tujuan Umum

Standar Profesi ini dapat menjadi acuan bagi para Asisten Apoteker /Tenaga Teknis Kefarmasian dalam berperan serta secara aktif , terarah dan terpadu bagi Pembangunan Nasional Indonesia.

  1. Tujuan Khusus

Standar Profesi ini disusun secara khusus untuk memberikan pedoman bagi para Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga kesehatan di bidang kefarmasian.

C. PENGERTIAN

a. Definisi

§ Standar Profesi Asisten Apoteker / Tenaga Teknis Kefarmasian adalah suatu standar minimal bagi para anggota Persatuan Ahli Farmasi Indonesia di Indonesia dalam menjalankan tugas profesinya sebagai tenaga Kesehatan di bidang kefarmasian;

§ Asisten Apoteker / Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga kesehatan yang berijazah Sekolah Asisten Apoteker / Sekolah Menengah Farmasi, Politeknik Kesehatan Jurusan Farmasi, Akademi Farmasi, Politeknik Kesehatan Jurusan Analisa Farmasi dan Makanan, Akademi Analisa Farmasi dan Makanan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

§ Ahli Madya Farmasi adalah seorang yang telah mengikuti dan menyelesaikan proses pendidikan selama 6 semester dengan beban studi minimal 110 SKS teori dan praktek pada Akademi Farmasi atau Politeknik Kesehatan Jurusan Farmasi.

§ Ahli Madya Analis Farmasi dan Makanan adalah seorang yang telah mengikuti dan menyelesaikan proses pendidikan selama 6 semester dengan beban studi minimal 110 SKS teori dan praktek pada Akademi Analisa Farmasi dan Makanan atau Politeknik Kesehatan Jurusan Analisa Farmasi dan Makanan.

b. Batasan dan Ruang Lingkup

Ruang lingkup pekerjaan kefarmasian meliputi ruang lingkup tanggung jawab dan hak sebagai Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian. Seluruh ruang lingkup pekerjaan kefarmasian harus dilaksanakan dalam kerangka sistem upaya kesehatan pada pengelolaan obat yang berorientasi kepada masyarakat sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku.

Lingkup Tanggung Jawab Asisten Apoteker meliputi :

§ Ikut bertanggung jawab dalam ketersediaan dan keterjangkauan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang diperlukan masyarakat sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku.

§ Ikut bertanggung jawab atas mutu, keamanan dan efektifitas sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang diberikan.

§ Ikut bertanggung jawab dalam memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan kewenangan dan peraturan yang berlaku tentang penggunaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang diterimanya demi tercapainya kepatuhan penggunaan.

§ Memiliki tanggung jawab bersama dengan tenaga kesehatan lain dan pasien dalam menghasilkan keluaran terapi yang optimal.

Lingkup Hak dari pekerjaan kefarmasian meliputi :

§ Hak untuk mendapatkan posisi kemitraan dengan profesi tenaga kesehatan lain.

§ Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum pada saat melaksanakan praktek sesuai dengan standar yang ditetapkan.

§ Hak untuk mendapatkan jasa profesi sesuai dengan kewajiban jasa profesional kesehatan.

§ Hak untuk bicara dalam rangka menegakkan keamanan masyarakat dalam aspek sediaan kefarmasian dan perbekalan kesehatan.

§ Hak untuk mendapatkan kesempatan menambah / meningkatkan ilmu pengetahuan baik melalui pendidikan berkelanjutan (S1), spesialisasi, pelatihan maupun seminar.

§ Hak untuk memperoleh pengurangan beban studi bagi yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Farmasi

C. KUALIFIKASI PENDIDIKAN

Kualifikasi pendidikan Asisten Apoteker berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 679 /Menkes/IV/2003, dikelompokkan sebagai berikut :

a. Jenjang pendidikan menengah :

1. Lulusan Sekolah Asisten Apoteker

2. Lulusan Sekolah Menengah Farmasi

Dalam petunjuk pelaksanaan lulusan jenjang pendidikan SAA dan SMF ini akan diatur kemudian dalam kualifikasi sebagai berikut :

1. Berdasarkan lama bekerja atau pengalaman masa kerja minimal 5 (lima) tahun berturut-turut ditempat yang sama

2. Berdasarkan yang baru lulus dengan belum mempunyai pengalaman bekerja dan atau yang sudah bekerja di tempat yang berbeda jenis sarana dengan jangka waktu pendek atau dibawah lima tahun.

b.Jenjang Pendidikan Tinggi

1. Diploma III Farmasi

§ Lulusan Akademi Farmasi

§ Lulusan Politeknik Kesehatan Jurusan Farmasi

2. Diploma III Analisa Farmasi dan Makanan

  • Lulusan Akademi Analisa Farmasi dan Makanan
  • Lulusan Politeknik Kesehatan Jurusan Analisa Farmasi dan Makanan

D. DASAR HUKUM

1. Undang-undang No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara tahun 1992 No.100, Tambahan Lembaran Negara No.3495)

2. Undang-Undang No No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor: 3821)

3. Undang Undang No 13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja di Indonesia

4. Undang Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

5. Peraturan Pemerintah No.32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor : 3637))

6. Peraturan Pemerintah No.72 tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara RI tahun 1998 No.138, Tambahan Lembaran Negara RI No.3784).

7. Surat Keputusan MENPAN No. 07/Kep/K.PAN/12/l999 tentang Jabatan Fungsional Asisten Apoteker dan Angka Kreditnya

8. Permenkes No. 679/MENKES/S/IV/2003 tetang Registrasi Dan Izin Kerja Asisten Apoteker

9. SKB Menkes dan Ka Bkn No.413/Menkes/SKB/111/2000 tentang Jabatan Fungsional Asisten Apoteker dan Petunjuk Pelaksanaannya

10. Ketetapan Munas ke XI tahun 2003 tetang Anggaran dasar dan Anggaran Rumah tangga Persatuan Ahli Farmasi Indonesia/PAFI..

11. Ketetapan Rakernas tahun 2006 tentang penetapan Kode Etik anggota Persatuan Ahli Farmasi Indonesia/PAFI.

12. Ketetapan Rakernas tahun 2006 tentang Visi dan Misi Persatuan Ahli Farmasi Indonesia /PAFI.

13. Ketetapan Rakernas tentang Penetapan Standar Kompetensi Asisten Apoteker

Rabu, 11 Mei 2011

Uji Kompetensi TTK

Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian

Tujuan uji kompetensi itu sendiri adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya melalui sertifikasi tenaga kesehatan, yaitu proses pengujian dan pengakuan atas kompetensi tenaga kesehatan tersebut yg disesuaikan dgn kompetensi di bidang masing – masing. Pelaksanaannya pun didasarkan pada regulasi, bukan kebijakan orgnasiasi apalagi karena kepentingan perorangan. Bukan pula untuk membebani nakes tetapi untuk meningkatkan kualitas keprofesiannya sesuai dengan Standar Kompetensi.

Yang menjalankan uji kompetensi adalah Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi yang dikoordinasi oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia. Perlu pula diketahui bahwa MTKI adalah badan otonom, non-struktural, & bersifat independen, yg terdiri atas 3 komisi yaitu komisi standardisasi; komisi sistim diklat dan litbang; dan komisi evaluasi.

Yang ada didalam MTKI/MTKP :
  • DEPARTEMEN KESEHATAN
  • ORGANISASI PROFESI TERKAIT
  • ASOSIASI RUMAH SAKIT
  • FAKULTAS / AKADEMI / INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN
  • TOKOH MASYARAKAT
  • PAKAR KEDOKTERAN
  • PAKAR PROFESI KESEHATAN LAINNYA
  • PAKAR HUKUM KESEHATAN

Ketetapan Kelulusan Uji Kompetensi

Penetapan seorang tenaga kesehatan dinyatakan telah memiliki kompetensi yang baik, apabila:
  • Pengetahuan (bobot 20%). Lulus nilai uji tulis dengan persentase lebih dari delapan pulu persen (>80%)
  • Keterampilan (bobot 50%). Lulus dalam pengambilan keputusan klinik, tepat & terampil melaksanakan tindakan sesuai ketetapan pada setiap kasus/station (Sesuai Daftar Tilik)
  • Sikat/Attitude (bobot 30%). Dinilai dari segi kesopanan; santun menerima/melayani pasien; menghargai keputusan klien; menanggapi respon klien dengan punuh perhatian; serta komunikasi efektif dengan klien dan rekan sejawat.

Dari ketiga poin itu, apabila ada yang tidak lulu, maka:
  • Pengetahuan. Diulang 3 kali. Selanjutnya, perbanyak baca pustaka.
  • Keterampilan. Diulang 3 kali. Selanjutnya, diharuskan mengikuti magang atau diklat.
  • Sikap. Melalui pertanyaan, bimbingan, arahan, serta motivasi agar mengubah perilaku dalam pelayanan.

Alur uji OSCA Tenaga Teknis Kefarmasian

UJI OSCA TERDIRI DARI 10 STASI

PD STASI I :
TUJUAN : MAMPU MENYERAHKAN OBAT GOL. ANTIBIOTIKA.
bila kita menerima resep dg isi antibiotika apa yg bisa kita lakukan apabila : karena kondisi keuangan pasien hanya bisa beli 1/2 r. bagaimana kita menjelaskan cara penggunakan obt yg berisi antibiotika.

PD STASI II :
7-AN : MAMPU MEMBACA RESEP DOKTER & MENGETAHUI KANDUNGAN ZAT AKTIF OBAT2 YG DITULIS DLAM R/ TSB.
Misal nih ...dellasidrex....kandungan zat aktif utamanya apa. berapa mg.kandungan zat aktif ke2 apa ,berapa mg..dan berdsar r/yg ditulis pasien minum obt tsb ....kali sehari. (jgn takut karena brosur obat yg bersangkutan juga dilampirkan...jadi kita ga usah menghafalkan)

PD STASI III:
7-AN : MAMPU MENGHITUNG BIAYA OBAT RACIKAN
Misal : HJA pct 500 mg @ Rp.125. hja deksa @ Rp.20.Hja ctm @rp.8 Hja kapsul kosong @rp.50. kmd keuntungan apotek unt pembuatan caps RP 150. pembulatan harga rp.50 keatas nah unt jumlah akhir pembayaran brapa bila pct yg digunakan 5 tab,deksa 3tb,ctm 5 tb dan kaps kosong 15.....mudah pokok,e

PD STASI IV:
MAMPU MEMBUAT COPY RESEP

PD STASI V:
MENGEVALUASI KEMAMPUAN SWAMEDIKASI

PD STASI VI :
MENGEVALUASI KETRAMPILAN MENGHITUNG HARGA RESEP TUNGGAL
Misal per tablet bisolvon Rp.1300. cefat Rp.3900.biaya embalase tiap r/Rp.500
berapa hasil terakhir bila r/ dr :
r/bisolvon xv.
r/cefat xv......hihihi....sambil merem ya bisa....


PD STASI VII:
MENGEVALUASI KEMAMPUAN MEMBERI INFORMASI TENTANG PENGGUNAAN OBAT DARI RESEP DOKTER.
Misal kalo dalam 1 Resep terdiri dari 2 obat oral dan 1 obat berbentuk sediaan ovula.

PD STASI VIII :
MAMPU MENGHITUNG JUML BAHAN OBAT DALAM RESEP RACIKAN DAN MENJELASKAN KHASIAT KOMPONEN OBAT DALAM RESEP.
Misal :R/ amok 125 mg
ephedrin hcl 10 mg

kodein 10 mg
dmp 10 mg
ctm 2mg
m.f.pulv dtd no. xv
s.3 d.d.1
pro umar.......

PD STASI IX :
MENGEVALUASI KEMAMPUAN DALAM PROMOSI KELUARGA BERENCANA

PD STASI X :
MENGEVALUASI KEMAMPUAN SWAMEDIKASI
stasi ini berbeda dg pelaksanan di stasi V krn di stasi ini kita diuji tidak lagi tertulis tetapi wawancara ....(pura2 nya kita berhadapan dg pasien langsung) tugasnya sih :
1.dg ramah memperkenalkan diri & menyapa pasien.
2.mendengarkan keluhan pasien dg empati
3.memberikan alternativ obt yg dpt dibeli scr bebas unt mengatasi sakit yg diderita pasien.
4.dll deh.....

Contoh Soal Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian


A. KEMAMPUAN PENGETAHUAN FARMAKOTERAPI
Pak Aji seorang Kepala Desa di desa Ciwaringin, saat ini sedang resah karena semenjak pemerintah membangun waduk yang persis berbatasan dengan desanya banyak warga yang menurut dokter Puskesmas mengidap sakit cacingan. Dari sosialisasi analisis mengenai dampak lingkungan yang telah diberikan, salah satu dampak pembangunan waduk adalah munculnya vektor penyakit antara lain siput yang bisa menyebabkan skistosomiasis. Tapi pak Aji sampai sekarang tidak mengerti apa hubungan cacingan, siput dan skistosomiasis. Mumpung sedang ke kota ia mampir ke apotek untuk membeli obat cacing anjuran dokter sekaligus konsultasi dengan farmasis.


Berikan jawaban B jika betul dan S jika salah pada lembar jawaban disetiap pernyataan dengan memberi tanda X (silang) sesuai dengan pilihan anda.
  • Skistosomiasis adalah sejenis penyakit akibat infeksi cacing sering disebut juga sebagai Bilharziasis.
  • Penyebab skistosomiasis adalah siput yang hidup di air
  • Salah satu jenis penyakit cacing yang lain adalah Filariasis atau penyakit kaki gajah.
  • Tablet Ascamex dengan dosis 25 mg digunakan sebagai obat cacing pita.

Dan seterusnya….. Sampai 10 soal.

B. KEMAMPUAN MELAKSANAKAN FARMAKOTERAPI
Ny. Sunaryati (63 th) membawa resep dari seorang dokter spesialis paru. Dia menderita asma dan saat ini dia juga menderita radang bronchitis, batuk dan agak sesak.



Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat!

  • Bentuk sediaan dari inflamide adalah .....
  • Kandungan senyawa aktif dari inflamide adalah.....
  • Dalam resep tersebut, yang berkhasiat sebagai antiinflamasi adalah .....
  • Khasiat atau efek farmakologi dari inflamide adalah .....

Dan seterusnya ..... Sampai 10 soal.


C. KEMAMPUAN PENERAPAN ILMU RESEP DI APOTEK
Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter kepada apoteker untuk membuat dan atau menyerahkan obat kepada pasien. Di dalam resep harus memuat antara lain identitas dokter, tanggal penulisan, tanda R/, aturan pakai dan sebagainya



Padankan setiap pertanyaan disamping kiri dengan jawaban disamping kanan dengan tepat pada lembar jawaban yang disediakan, dengan menuliskan hurufnya saja.


D. MEMBERIKAN EDUKASI ATAU SECOND OPINION KEPADA PASIEN YANG DATANG KE APOTEK

TUGAS PESERTA UJI :
1. Menyapa pasien dengan empati
2. Mendengarkan keluhan pasien
3. Menanyakan sudah berlangsung berapa lama penyakitnya
4. Menanyakan sejak kapan minum jamu pegel linu
5. Memberikan penjelasan secukupnya bahwa ibu tersebut menunjukkan gejala rematik
6. Menyarankan untuk periksa ke dokter karena dokter yang tahu persis penyakitnya. Dokter bukan seorang yang harus ditakuti.
7. Obat yang diberikan hanya untuk penanggulangan pertama
8. Obat tersebut tidak boleh dipakai bersamaan dengan jamu pegel linu
9. Memastikan bahwa informasi yang disampaikan sudah dipahami oleh pasien
10. Memberi salam penutup


TUGAS PASIEN SIMULASI ;
1. Datang ke apotek seorang ibu tengah baya (45th) dengan keluhan nyeri pada ruas tangan dan pergelangan kaki terutama bila pagi hari.
2. Pada tempat yang disebutkan tadi, terlihat merah dan bila dipijit terasa sangat sakit
3. beliau takut ke dokter semenjak kecil. Beliau selalu minum jamu pegel linu bila pagi hari setelah sarapan
4. Beliau menginginkan obat yang baik, tidak mahal dan aman.


TUGAS PENGUJI DIAM :

Mengisi checklist yang disediakan.
No. 1,2,3,4,9,10 : Bila dilakukan nilai 1, bila tidak dilakukan nilai 0
No. 5 s.d 8 : Bila dilakukan dengan benar nilai 1, bila salah nilai 0

Sumber : http://tenaga-teknis-kefarmasian.blogspot.com/2011/01/uji-kompetensi-ttk.html


Pembentukan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Banjarbaru

Pada hari ini Rabu tanggal Sebelas bulan Mei tahun dua ribu sebelas telah diadakan rapat pembentukan PAFI Cabang Banjarbaru yang dihadiri oleh Ahli Farmasi yang bekerja di Kota Banjarbaru.

Hasil Rapat memutuskan untuk mengangkat :

Nama : H.M. Irhami, S.Kom

Sebagai Ketua PAFI Cabang Banjarbaru

Untuk bekerja selama 1 (satu) tahun terhitung tanggal rapat ini diselenggarakan, dan memberikan kewenangan untuk menyusun Pengurus PAFI Cabang Banjarbaru.

Kepada Ketua terpilih diharapkan dengan segera :
  1. Menuntaskan segala administrasi yang masih terhubung dengan PAFI Cabang Martapura dimana selama ini Ahli Farmasi yang bekerja di Kota Banjarbaru ikut menjadi bagian PAFI Cabang Martapura.
  2. Melaporkan hasil rapat ini ke PAFI Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendapatkan pengarahan selanjutnya.
  3. Mempersiapkan Pelantikan Pengurus PAFI Cabang Banjarbaru yang dilakukan oleh PAFI Provinsi sekaligus Silaturahmi sesama anggota PAFI Banjarbaru.
Untuk PAFI Cabang Martapura, kami ucapkan Terima Kasih yang tak terhingga karena selama ini telah membina dan mengayomi Ahli Farmasi yang ada di Kota Banjarbaru.

Demikian Notulen Hasil Rapat Pembentukan PAFI ( Persatuan Ahli Farmasi Indonesia ) Cabang Kota Banjarbaru.

Banjabaru, 11 Mei 2011
Pimpinan Rapat

ttd

H.M. Irhami : Pkm Landasan Ulin
Khairul Fazri : Pkm. Sei. Ulin
Hj. Ira Rabiatul Maulidah : Pkm Banjarbaru
Eka Gardena : Pkm Sei. Besar
Tuti Noor Hidayah : Pkm Cempaka




Sejarah


Persatuan Ahli Farmasi Indonesia

Dari Wikipedia

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia disingkat PAFI adalah organisasi yang menghimpun tenaga ahli farmasi profesi Asisten Apoteker (AA). Enam bulan setelah Proklamasi Negara Republik Indonesia, dibentuklah secara nasional PAFI. Yaitu tepatnya pada tanggal 13 Februari 1946 di Hotel Merdeka Jogyakarta dan sebagai anggota pendiri yang berjasa diangkatlah Ketua PAFI pertama, Bpk. Zainal abidin.

Pada awal kemerdekaan terjadi peperangan dengan Pasukan Belanda yang bertujuan ingin merebut kembali tanah jajahan mereka. Sebagai Ketua PAFI pertama Bpk. Zainal Abidin bersama Bpk. Kasiomendapat tugas untuk memindahkan perbekalan farmasi dan mesin-mesin yang berada di Manggarai (Jakarta) ke Jogyakarta, Tawangmangu dan Ambarwinangun dengan menggunakan sarana tranportasi kereta api. Bpk. Zainal Abidin dan teman-teman Asisten Apoteker lainnya pun akhirnya berhasil memindahkan perbekalan farmasi dan mesin-mesin tersebut, yang kemudian diberikan kepada para pejuang Republik Indonesia yang membutuhkannya.

PAFI merupakan organisasi farmasi tertua di Indonesia, bahkan Profesi Asisten Apoteker lebih dahulu muncul keberadaannya daripada profesi apoteker. Hal ini disebabkan karena pada masa pemerintahan Kolonial Belanda, hanya pendidikan Asisten Apoteker yang mampu dijalankan, bahkan rintisannya harus dididik langsung di Negeri Belanda.


Kepengurusan PAFI Pusat


Ketua umum PP PAFI tahun 1946, 1948, 1950, dijabat oleh Drs.Z. Abidin sampai dengan tahun 1960. Sampai dengan MUNAS ke-9 tahun 1980 ketua umum dijabat oleh Harsono Radjak Mangunsudarso. Pada MUNAS ke-9 tahun 1980 Harsono Radjak Mangunsudarso dikukuhkan lagi sebagai ketua umum dengan sekretaris jendral yang dijabat oleh M. Rusdi. Pada MUNAS ke-10 tahun 1990 ketua umum PP PAFI dijabat oleh M. Rusdi dengan sekretaris Jendral dijabat oleh Hakimi Malik, S.H.

Pada MUNAS ke-11 tahun 2003 M.Rusdi memenangkan pemilihan ketua umum PP PAFI yang untuk pertama kalinya menggunakan sistem one man one vote, Sekretaris Jendral tetap dijabat oleh Hakimi Malik, S.H sedangkan DR Faiq Bahfen sebagai Pembina dan Dewan Pertimbangan PAFI.

Sekarang Kepengurusan PAFI Pusat periode tahun 2009-2014 dipegang oleh, Drs. Sriyanto sebagai ketua Umum dan Drs. Hendro Tri Pancoro sebagai Sekretaris jenderal.

Di Sunting kembali oleh : nagabanjar@yahoo.co.id

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Ahli_Farmasi_Indonesia